Belitang

Tentang Belitang

Posted on Updated on

belitang

Fieldtrip bakal menempel pada mahasiswa pertanian setiap saat observasi kelapangan menuju ke tempat spesifik di luar universitas. Kesempatan ini kami fieldtrip ke Belitang Oku Timur untuk mencermati bagaimanakah aliran air yang baik. mengapa Belitang? lantaran di Belitang ada tempat persawahan yang aliran airnya sangatlah baik hingga produksi beras di Belitang termasuk juga kelompok paling baik.

Kami memperoleh banyak penjelasan dari warga, mereka menggunakan saluran air, kita kenal dengan saluran primer, sekunder serta tersier. Kami lihat juga bendungan besar di pojok kota.

Kami juga berkunjung ke tempat Produksi Beras Organik di Belitang. Banyak pengetahuan yang didapat di sini, cuma saja lantaran baru ditulis di 2015 jadi ingatannya agak buram lantaran fieldtrip ini berlangsung di th. 2011.

Kenapa dapat organik?

Benih padi dari pertama sudah di rendam dengan pupuk organik, waktu ditanam diberikan pupuk sesuai sama saran dari ahlinya. Pupuk Organik yang dipakai petani di sini terbuat dari Ikan Fresh, Sayuran Fresh serta beberapa bahan yang lain. Umumnya pupuk organik yang saya dengar terbuat berbahan bekas saja. Efeknya pupuk organik ini berguna juga untuk hal-hal lain terlebih jadi obat untuk manusia. Obat diabetes, batuk serta yang lain (lupa). Pemakaiannya simpel, cuma diminum.

Pupuk Organik ini di jual dengan harga Rp 60.000/liter, bila saat ini kurang tau yaaa.. hahaha

Beritanya pupuk ini di teliti oleh jepang tentang khasiatnya serta mau dibeli oleh negara luar untuk jadi paten mereka serta berita baiknya Penemunya menampik, nama bapaknya saya lupa, fotonya masih tetap ada cuma saja tak dapat diunggah tidak diterima server.

Ayah ini sangatlah baik ia menuntun petani di desa untuk memakai pupuk pada padi hingga mereka betul-betul dapat serta kemudian baru petani dilepaskan.

Waktu baru mau berhimpun dengan grup tani ini, petani bakal diberikan pupuk dengan cara gratis lalu diarahkan serta sesudah di rasa dapat petani mesti membayar waktu memerlukan pupuk kembali.

Beras organik yang di jual ini mahal kawan-kawan, waktu itu harga nya 10 kg meraih Rp 60. 000, untuk sekarang ini saya kurang tau.. hahaha

Saat saya ajukan pertanyaan pada pelanggan, apa nikmatnya beras organik? kebetulan waktu kerumah ayah ini ada konsumen.

Ia menyampaikan bahwa mengonsumsi beras ini cepat kenyang serta saat masak beras ini medok. Serta hebatnya lagi beras ini tak gampang basi.

sumber : http://ibrahimwahid.com

Welcome to Belitang!

Posted on Updated on

 belitang oku timur

Belitang yaitu suatu kecamatan Belitang (bukanlah belitong) yaitu suatu kecamatan yang terdapat di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Propinsi Sumatera Selatan. Belitang berjarak seputar 200-an km dari Ibu Kota provinsi, Kota Palembang. Kecamatan Belitang beribu kota di Gumawang. Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur terbentuk berdasar pada UU Nomer 37 th. 2003 adalah daerah pemekaran dari kabupaten Ogan Komering Ulu, dengan ibukota Martapura. Luas lokasi kabupaten Ogan Komering Ulu Timur seluas 3370 Km 2 terbagi dalam 16 kecamatan dengan jumlah masyarakat 575. 410 jiwa dengan kepadatan rata-rata 107 jiwa/km 2, yang beberapa besar adalah orang-orang transmigran lebih kurang meraih 60 persen yang sudah diletakkan mulai sejak kolonisasi di kawawan Belitang pada th. 1936 yang terbagi dalam 137 UPT dengan jumlah transmigran sejumlah 45. 067 KK (175. 530 jiwa). Belitang di lewati oleh saluran irigasi buatan yang terdiri dari sebagian bendungan. Oleh masyarakat Belitang, bendungan itu dinamakan Bendungan Komering (BK). Sebutan yang lalu dipakai juga untuk berikan nama beberapa daerah yang dibagi bendungan itu. Tidak ada info yang pasti serta resmi, kenapa daerah ini diberi nama Belitang. Konon, pada saat lampau, Belitang banyak pohon serta akar pohon yang membelit-melintang. Kata ” belit-melintang ” ini yang lalu dipakai untuk menamakan daerah Belitang.

Pada saat orde baru, Belitang populer juga sebagai penghasil padi. Beberapa ribu hektar dari lokasi Belitang ditanami padi. Belitang juga jadi lumbung pangan (beras) Propinsi Sumatera Selatan bahkan juga Nasional. Nyaris semua Presiden di Negeri ini pernah lakukan Panen Raya di Belitang, dari mulai Ayah Soeharto, Ibu Megawati Soekarno Putri, sampai Presiden kita saat ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Th. 2005 waktu lalu. Perkembangan bagian pertanian di Belitang tak lepas dari peran aktif Penyuluh Pertanian yang selalu memberi penyuluhan pada beberapa petani. Diluar itu, hal-hal lain yang turut mensupport yaitu ada saluran irigasi yang telah ada mulai sejak zaman kolonial Belanda. Saluran irigasi ini datang dari Sungai Komering, salah satu sungai di lokasi propinsi Sumatera Selatan yang berhulu di Sungai Musi. Dengan sarana pertanian yang ideal serta daerah yang luas, lumrah bila Belitang jadi daerah maksud transmigrasi. Atas prestasi perkembangan yang diraih, pada Tanggal 17 Januari 2007, menteri tenaga kerja serta transmigrasi yang diwakili oleh Dirjen P2MK, resmikan Belitang juga sebagai Kota Terpadu Mandiri (KTM).

Belitang dinilai layak untuk jadi KTM, lantaran sudah mempunyai fasilitas serta prasarana yang ideal. Daerah ini sudah dilengkapi dengan pasar yang komplit, bank (BRI, Bank Sumsel Babel, Bank Danamon, Bank Mandiri, Bank Syariah Mandiri, serta BNI ’45), rumah sakit (RSUD serta RS. Charitas), sekolah-sekolah standard nasional (SSN) yang ideal, SMP N 1 BELITANG serta SMA N 1 BELITANG, yang telah dikenal kelompok luas angkutan umum ke kota – kota besar (Palembang, Lampung, Jakarta, Jogya, Solo, dan lain-lain), telekomunikasi yang ideal. Saat ini Belitang tidak cuma memercayakan padi juga sebagai sumber pokok, terdaftar karet juga sebagai komoditas yang mulai menyaingi ” popularitas ” padi. Harga karet yang melambung tinggi di th. 2008 jadikan petani karet semakin makmur. Akhasil, ini membawa pergantian untuk perkembangan Belitang. Aktivitas ekonomi semakin mengeliat.

Sekilas Tentang Belitang

Posted on Updated on

belitang oku timur

Jangan heran kalau anda datang ke Belitang yang merupakan lumbung padi di Sumatera Selatan, banyak sekali di temukan orang-orang Jawa. Mereka adalah orang-orang transmigran. Para transmigrasi tersebut tiba di daerah Belitang melalui program kolonisasi massal yang dilakukan pemerintah Belanda pada tahun 1930-an. Dan kebanyakan orang Jawa yang benar-benar giat bekerja keras menjadi sukses, dan makmur hidupnya. Karena masyarakat Jawa sendiri memiliki filosofi sepi ing pamrih, rame ing gawe, yaitu menekankan pentingnya kerja nyata tanpa banyak mengeluh.

Soal bahasa, banyak bahasa yang di gunakan di daerah ini. Selain bahasa Melayu-Palembang dan bahasa Indonesia, bahasa Jawa menjadi salah satu bahasa percakapan sehari-hari di perkampungan Belitang. Penduduk asli suku Komering atau berbagai suku pendatang dari daerah lain yang menetap di daerah pertanian ini, juga cukup mahir berbahasa Jawa. Selain itu banyak nama-nama penduduk yang mengacu pada peristilahan khas Jawa yang singkat dan berakhiran “O”. Misal kalau nama: prayogo, suswanto, sutikno, sudarsono, painem, paijem, sutrisno dan lain sebagainya. Begitu juga dengan penamaan desa, karena banyak desa di Belitang di buka dan di dirikan oleh orang-orang trans (Jawa) maka nama-namanya-pun menggunakan nama Jawa. Seperti; Tawang Rejo, Bangun Harjo, Sido Mulyo, Donoharjo, Sido Rahayu,  Sido Dadi, Banyumas, Tegalrejo, dan seterusnya dan seterusnya.

Sebenarnya kita bisa membedakan mana orang asli (Komering) atau mana penduduk pendatang (transmigrasi). Sebagai contoh, orang asli Komering memakai nama Cik Aman, Tando Kowi, Mardiana, Marniah, Daniel, Galung dan lain-lain. Begitu juga untuk penamaan sebuah desa. Kalau yang mendirikan itu orang asli Komering mereka menggunakan nama; Rasuan, Sukarame, Minca Kabau, Campang Tiga, Way Halom dan lain-lain. Jadi, kalau kita jeli, kita bisa melihat apakah dia asli orang Komering atau orang pendatang. Dengan cara mengenali nama orang dan atau bisa juga dengan nama desanya. Salah satu contoh soal bahasa, kalau saya di rumah (kampung) dalam kehidupan sehari-hari saya menggunakan tiga bahasa. Di dalam rumah/keluarga, saya menggunakan bahasa Jawa, akan tetapi kalau saya keluar dari rumah, saya menggunakan bahasa Komering dan bahasa Palembang. Soal nama, terlihat sekali kalau saya orang ”Palembang Bajakan”, begitu suatu kali teman berucap kepada saya. Atau ada istilah untuk orang-orang Jawa yang lahir di Sumatera, yakni Pujakusuma (Putra Jawa Kelahiran Sumatera). Apalagi nama saya berakhiran ”O”, Prayogo. Walaupun begitu, saya tetap merasa kalau saya orang Sumatera (Belitang).

Sekilas tentang Belitang

Belitang adalah satu dari 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur (setelah dilakukan pemekaran/otonomi daerah). Karena sebelum adanya otonomi daerah dulu hanya ada OKU, tidak ada yang namanya OKU Timur, OKU Selatan, dan sebagainya. Kecamatan Belitang yang beribu kota Gumawang berjarak sekitar 360 kilometer dari ibu kota Sumatera Selatan, Palembang. Sementara Belitang sendiri terdiri dari Belitang I, Belitang II dan Belitang III. Hampir seluruh wilayahnya dipenuhi hamparan padi yang tumbuh subur dan hijau. Mata semakin sejuk memandang dengan aliran air Irigasi Upper Komering yang sehari-sehari menyirami ribuan hektare persawahan. Untuk Belitang sendiri penduduknya mencapai 54.000 KK. Dan dari segi infrastruktur, Belitang sudah memiliki perbankan, pendidikan, pertanian. Bahkan untuk sektor pendidikan di Belitang sudah ada hingga strata S2.

Budaya

Belitang merupakan salah satu basis pelestarian budaya Jawa di Sumatera yang masih kuat hingga sekarang. Berbagai pertunjukan seni tradisional masih terus digelar, seperti reog, jatilan, ketoprak, dan wayang kulit. Soal wayang kulit, dari sekitar 100 dalang Wayang Purwa yang ada di Sumsel, sebanyak 67 dalang tinggal di daerah Belitang. Sementara untuk budaya suku asli sendiri sudah hampir tidak terlalu menonjol. Sejauh yang penulis ketahui, sampai saat ini budaya suku asli yang masih ada hanyalah ”runcak-runcakan” atau lebih populer di kenal dengan sebutan ”lempar selendang”. Namun secara garis besar, budaya di Belitang lebih di dominan oleh budaya orang-orang pendatang (transmigrasi).

Pertanian

Belitang memiliki sawah beririgasi teknis cukup luas, yakni lebih dari 26.000 ha. Tak heran kalau Belitang merupakan daerah persawahan beririgasi teknis terluas di provinsi Sumatera Selatan. Dari hasil pertanian, Belitang sendiri menghasilkan 1,5 juta ton hingga 1,8 juta ton gabah kering giling, dari dua juta ton yang dihasilkan oleh Sumsel setiap tahunnya. Selain persawahan, Belitang juga banyak ladang. Di ladang para petani menamam, rambutan, durian, sayur mayur, singkong, kedelai dan lain sebagainya. Namun secara geografis, sebenarnya tanah di Belitang mayoritas persawahan. Persawahan yang terletak sekitar 40 kilometer timur laut Martapura, ibu kota Ogan Komering Ulu Timur, itu semakin berkembang dan produktif ketika mendapat limpahan irigasi teknis dari Bendung Perjaya. Menariknya, Bendungan Perjaya yang di bangun pada masa pemerintahan Soeharto tersebut sampai sekarang belum juga di resmikan. Dulu pada saat Megawati menjabat sebagai orang nomer satu di negeri ini berencana mau meresmikan, namun karena satu dan lain hal, rencana tersebut batal. Walaupun belum di resmikan, akan tetapi untuk pengoperasionalan Bendungan Perjaya tetap jalan terus.

Masyarakat di Belitang lebih suka menyebut daerah pertanian sesuai dengan areal pembagian air dari Sungai Komering, mulai dari Bangunan Komering (BK) 1, BK 2, BK 3, sampai dengan BK 35. Masing-masing BK merupakan bangunan irigasi sekunder yang dilengkapi pintu-pintu pengatur. Di Belitang setiap desa rata-rata memiliki lebih dari 10 mesin penggiling padi.

Sekedar informasi bahwa duku Palembang yang terkenal dengan manisnya tersebut, yang banyak di jual di jalanan Jakarta sebenarnya bukan dari Palembang (Kota). Akan tetapi duku tersebut berasal dari sebuah desa yang bernama Rasuan, sebuah desa yang tak jauh dari Belitang. Desa tersebut di huni oleh penduduk asli, suku Komering. Begitu juga dengan durian, yang asalnya dari Rasuan. Mungkin supaya enak saja menyebutnya, karena kalau di sebut durian atau duku dari Rasuan, pasti orang tidak akan kenal dan bertanya-tanya, Rasuan, daerah mana itu?. Tetapi kalau di sebut duku atau durian dari Palembang, pasti semua orang kenal. Kalau lagi musim duku dan durian, dikampung saya harganya jauh lebih murah di banding di sini. Untuk durian satu bijinya hanya di hargai sekitar 3.000-5.000 perak, murah bukan. Coba bandingkan dengan di sini, satu biji bisa 10 ribu hingga 25 ribu. Ah….kalau lagi musim duku dan durian seperti ini, jadi ingin pulang kampung.

Perekonomian

Mayoritas pekerjaan penduduk asli Belitang adalah bertani. Namun berbeda dengan nasib para petani di daerah lain di Sumsel yang umumnya pas-pasan, masyarakat petani di Belitang bisa dibilang hidup berkecukupan sandang, pangan, dan papan. Kemakmuran itu tercermin dari rumah-rumah penduduk yang rata-rata sudah bertembok, lantai tegel, atau plester semen. Sebagian rumah juga sudah dilengkapi antena parabola besar. Rasanya sulit ditemukan rumah dari bambu atau kayu yang reyot. Perkampungan Belitang juga ramai karena didukung akses jalan beraspal besar yang mulus, baik jalan menuju Martapura maupun ke Palembang. Di Kecamatan Belitang I, telah berdiri dealer mobil yang menunjukkan daya beli masyarakat sekitar lumayan tinggi.

Penutup

Dengan luasnya daerah pertanian yang ada di Belitang serta di tunjang irigasi yang sangat bagus, Belitang pasti akan menjadi daerah yang makmur. Apalagi pada tanggal 17 Januari kemarin, berkaitan dengan hari jadi OKU Timur, daerah Belitang di jadikanKota Terpadu Mandiri (KTM) oleh menteri dalam negeri kabinet gotong royongnya SBY. Semoga kemakmuran dan kedamaian yang ada di Belitang akan merata, sehingga warga Belitang tidak perlu berbondong-bondong merantau ke Jakarta, hanya untuk sekedar mengadu nasip atau mencari sesuap nasi, seperti saya.

Tetap semangat, dan terus berjuang.

sumber : https://prayogo.wordpress.com

Pendidikan di Belitang Ogan komering Ulu TImur

Posted on Updated on

Pendidikan Belitang

Pada tulisan kesempatan ini mari kita lihat sepintas tentang pendidikan yang ada di Belitang OKU Timur. dengan cara garis besar pendidikan yang ada di daerah belitang lumayan baik, hal semacam itu bisa dipandang dari ada instansi-instansi pendidikan yang ada dari tingkat Taman Kanak-Kanak, Sekolah Basic, Sekolah Menengah pertama, Sekolah Menengah Atas, serta Perguruan Tinggi.

SD Belitang OKUTimur Di Belitang untuk pendidikan tingkat Sekolah Basic (SD) telah cukup baik, nyaris tiap-tiap desa/kelurahan mempunyai SD bahkan juga ada yang kian lebih satu. jadi untuk pendidikan tingkat basic daerah belitang OKU Timur dapat di kategorikan baik. nyaris seluruhnya anak umur SD pada sekolah di sekolahan yang ada di dusun semasing yang jarak dari rumah ke sekolah tak terlampau jauh.

Selanjutnya untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) juga telah dalam kelompok baik. rata-rata untuk tingkat SMP nyaris tiap-tiap kecamatan ada seputar 3-4 sekolah tingkat pertama. jadi tak lah sulit untuk mencari sekolah tingkat pertama di daerah belitang OKU Timur.

Sedangkan untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) dibelitang juga telah cukup siap untuk berkompetisi dengan beberapa daerah lain. terdapat beberapa sekolah tingkatan SMA di belitang, baik itu yang bersetatus negeri atau swasta dengan kwalitas yang baik. diluar itu untuk tenaga pengajar atau guru juga adalah lulusan dari beragam perguruan tinggi baik yang dari sumatera selatan atau luar sumatera seperti dari jogja, solo, semarang, malang maupun jakarta. dengan tahap D-3, S-1, serta S-2.

Untuk Perguruan Tinggi di belitang juda ada, namum masih tetap bersetatus swasta dengan dengan sebagian disiplin pengetahuan (jurusan) seperti Ekonomi, Manajemen, Pertanian, pengetahuan agama (tarbiyah) serta masih tetap ada lagi yang lain. untuk jurusan ekonomi telah dibuka hingga pasca sajana (S-2). jadi untuk meneruskan pendidikan dari tingkat SMA ke perguruan tinggi sebearnya di belitang telah penuhi. cuma saja terdapat banyak jurusan yang belum di selenggarakan hingga beberapa pelajar sangat terpaksa mesti mengambil didaerah lain seprti palembang, lampung, serta pulau jawa.

Jadi kesimpulanya belitang dengan situasi yang saat ini telah siap mengawal pemuda-pemudi yang mau menuntut pengetahuan. tak perlu jauh-jauh cukup di daerah sendiri, serta sesudah lulus dapat memajukan daerah belitang itu harapanya. so.. apa pendapat anda perihal belitang

Mari Mengenal Belitang Lebih Dekat

Posted on Updated on

belitang

BELITANG – Perkembangan Kota Belitang luar umum cepat serta jadi kota usaha dengan perubahan yang demikian cepat, kehadiran bank – bank nasional, Kampus/Sekolah Tinggi, tempat kuliner terkecuali di kenal juga sebagai lumbung padi di Sumatera Selatan, Belitang adalah salahsatu Kecamatan dari Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, diperkirakan jadi kota usaha nantinya.

Tetapi janganlah kaget, saat kita masuk ke Belitang, seperti kita ada di Jawa Tengah atau daerah jawa yang lain, lantaran bhs Jawa adalah bhs sehari-harinya orang-orang berkomunikasi terkecuali bhs Melayu-Palembang serta bhs Indonesia. Lantaran mereka yaitu beberapa orang transmigran.

Beberapa transmigrasi itu tiba di daerah Belitang lewat program kolonisasi massal yang dikerjakan pemerintah Belanda pada th. 1930-an. Serta umumnya orang Jawa yang betul-betul giat berusaha keras jadi berhasil, serta makmur hidupnya. Lantaran orang-orang Jawa sendiri mempunyai filosofi sepi ing pamrih, rame ing gawe, yakni mengutamakan utamanya kerja riil tanpa ada banyak mengeluh.

SEKILAS BELITANG

Belitang yaitu satu dari 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur (sesudah dikerjakan pemekaran/otonomi daerah). Lantaran saat sebelum ada otonomi daerah dahulu cuma ada OKU, tak ada yang namanya OKU Timur, OKU Selatan, dsb. Kecamatan Belitang yang beribu kota Gumawang berjarak seputar 360 km. dari ibu kota Sumatera Selatan, Palembang.

Sesaat Belitang sendiri terbagi dalam Belitang I, Belitang II serta Belitang III. Nyaris semua wilayahnya dipenuhi hamparan padi yang tumbuh subur serta hijau. Mata makin sejuk melihat dengan aliran air Irigasi Upper Komering yang sehari-sehari menyirami beberapa ribu hektare persawahan. Untuk Belitang sendiri penduduknya meraih 54. 000 KK. Serta dari sisi infrastruktur, Belitang telah mempunyai perbankan, pendidikan, pertanian. Bahkan juga untuk bidang pendidikan di Belitang telah ada sampai strata S2.

BUDAYA

Belitang adalah salah satu basis pelestarian budaya Jawa di Sumatera yang masih tetap kuat sampai saat ini. Beragam pertunjukan seni tradisional masih tetap selalu di gelar, seperti reog, jatilan, ketoprak, serta wayang kulit. Masalah wayang kulit, dari seputar 100 dalang Wayang Purwa yang ada di Sumsel, sejumlah 67 dalang tinggal di daerah Belitang. Sesaat untuk budaya suku asli sendiri telah nyaris tak terlampau menonjol. Sejauh yang penulis kenali, hingga sekarang ini budaya suku asli yang masih tetap ada hanya ” runcak-runcakan ” atau lebih popular dikenal dengan sebutan ” lempar selendang “. Tetapi dengan cara garis besar, budaya di Belitang lebih di menguasai oleh budaya beberapa orang pendatang (transmigrasi).

PERTANIAN

Belitang mempunyai sawah beririgasi tehnis cukup luas, yaitu kian lebih 26. 000 ha. Tidak heran bila Belitang adalah daerah persawahan beririgasi tehnis terluas di propinsi Sumatera Selatan. Dari hasil pertanian, Belitang sendiri membuahkan 1, 5 juta ton sampai 1, 8 juta ton gabah kering giling, dari dua juta ton yang dihasilkan oleh Sumsel tiap-tiap tahunnya. Terkecuali persawahan, Belitang juga banyak ladang.

Di ladang beberapa petani menamam, rambutan, durian, sayur mayur, singkong, kedelai serta lain sebagainya. Tetapi dengan cara geografis, sesungguhnya tanah di Belitang sebagian besar persawahan. Persawahan yang terdapat seputar 40 km. timur laut Martapura, ibu kota Ogan Komering Ulu Timur, itu makin berkembang serta produktif saat memperoleh limpahan irigasi tehnis dari Bendung Perjaya.

Menariknya, Bendungan Perjaya yang dibangun pada saat pemerintahan Soeharto itu hingga saat ini belum juga di resmikan. Dahulu ketika Megawati menjabat juga sebagai orang nomor satu di negeri ini merencanakan ingin resmikan, tetapi lantaran satu serta lain perihal, gagasan itu batal. Meskipun belum di resmikan, walau demikian untuk pengoperasionalan Bendungan Perjaya terus jalan selalu.

Orang-orang di Belitang lebih sukai menyebutkan daerah pertanian sesuai sama areal pembagian air dari Sungai Komering, dari mulai Bangunan Komering (BK) 1, BK 2, BK 3, s/d BK 35. Semasing BK adalah bangunan irigasi sekunder yang dilengkapi pintu-pintu pengatur. Di Belitang tiap-tiap desa rata-rata mempunyai kian lebih 10 mesin penggiling padi.

ebatas info bahwa duku Palembang yang populer dengan manisnya itu, yang banyak dijual di jalanan Jakarta sesungguhnya tidak dari Palembang (Kota). Walau demikian duku itu datang dari suatu desa yang bernama Rasuan, suatu desa yang tidak jauh dari Belitang. Desa tersebut di huni oleh masyarakat asli, suku Komering.

Demikian dengan juga durian, yang aslinya dari Rasuan. Mungkin saja agar enak saja menyebutnya, lantaran bila di sebut durian atau duku dari Rasuan, pasti orang akan tidak kenal serta bertanya-tanya, Rasuan, daerah mana itu?. Namun bila di sebut duku atau durian dari Palembang, pasti kebanyakan orang kenal. Bila lagi musim duku serta durian, dikampung saya harga nya tambah lebih murah dibanding disini. Untuk durian satu bijinya cuma di hargai seputar 3. 000-5. 000 perak, murah bukanlah. Cobalah banding dengan disini, satu biji dapat 10 ribu sampai 25 ribu

PEREKONOMIAN

Sebagian besar pekerjaan masyarakat asli Belitang yaitu bertani. Tetapi tidak sama dengan nasib beberapa petani di daerah lain di Sumsel yang biasanya pas-pasan, orang-orang petani di Belitang dapat disebut hidup berkecukupan sandang, pangan, serta papan. Kemakmuran itu tercermin dari rumah-rumah masyarakat yang rata-rata telah bertembok, lantai tegel, atau plester semen. Beberapa rumah juga telah dilengkapi antena parabola besar. Terasa susah diketemukan rumah dari bambu atau kayu yang reyot.

Belitang juga ramai lantaran di dukung akses jalan beraspal besar yang mulus, baik jalan menuju Martapura ataupun ke Palembang. Di Kecamatan Belitang I, sudah berdiri dealer mobil yang tunjukkan daya beli orang-orang seputar lumayan tinggi.

Dengan luasnya daerah pertanian yang ada di Belitang dan di tunjang irigasi yang sangatlah bagus, Belitang juga bakal jadi daerah yang makmur.

Mengenal Belitang Lebih Dekat

Posted on Updated on

gumawang belitang oku timur

Belitang adalah nama dari suatu kecamatan di Oku Timur, Sumatra Selatan. Walau cuma suatu kecamatan, Nama Belitang bukan sekedar populer di Sumatera Selatan, namun juga di Jawa. (Saksikan saja ada Bus jurusan Belitang-Jakarta, bahkan juga lagunya juga ada Pada Belitang-Jakarta)

Masyarakat belitang adalah masyarakat yang heterogen yang terbagi dalam beragam suku, ras, agama serta kelompok, walau tidak sama mereka menyatu dalam kesatuan orang-orang Belitang

Budaya Belitang, dengan cara garis besar, lebih menguasai dari budaya beberapa orang pendatang (transmigrasi terutama orang jawa) Beragam pertunjukan seni tradisional masih tetap selalu di gelar umpamanya dari pertunjukan pagelaran wayang kulit yang umum ditanggap ketika acara pernikahan, khitanan, atau yang lain contoh aktivitas ada bersih desa yang umum dimaksud oleh masarakat seputar yaitu “Rasulan” dengan di selenggarakannya pagelaran wayang kulit semalam jemu. Belitang adalah salah satu basis kebudayaan Jawa di Sumatera yang masih tetap kuat sampai saat ini. Beragam pertunjukan seni tradisional masih tetap selalu di gelar, seperti reog, jatilan, ketoprak, serta wayang kulit. Masalah wayang kulit, dari seputar 100 dalang Wayang Purwa yang ada di Sumsel, sejumlah 67 dalang tinggal di daerah Belitang. Tetapi dengan cara garis besar, budaya di Belitang lebih di menguasai oleh budaya beberapa orang pendatang (transmigrasi). sebagian besar masyarakat Belitang yaitu suku jawa. dalam pembicaraan sehari-hari sebagian besar orang-orang Belitang memakai bhs jawa, diluar itu ada pula yang memakai bhs komering, Sunda, Ogan, Bali, Batak, dan lain-lain. Masyarakat Belitang mempunyai beragam budaya, kebiasaan, seni serta kebiasaan. Walau juga tidak sama, mereka sama-sama menghormati. Masyarakat Belitang sangatlah ramah pada siapa saja, asal tak diganggu. Oh ya di Belitang juga ada kebiasaan ngaben dari orang-orang Bali.

Beberapa besar orang-orang Belitang bermacam Islam, selain itu ada juga pemeluk Katolik, Kristen, Hindu, serta Budha. jalinan antar agama di Belitang sangatlah serasi.

Sebagian besar pekerjaan masyarakat asli Belitang yaitu bertani. Tetapi tidak sama dengan nasib beberapa petani di daerah lain di Sumsel yang biasanya pas-pasan, orang-orang petani di Belitang dapat disebut hidup berkecukupan sandang, pangan, serta papan. Kemakmuran itu tercermin dari rumah-rumah masyarakat yang rata-rata telah bertembok, lantai tegel, atau plester semen. Beberapa rumah juga telah dilengkapi antena parabola besar. Terasa susah diketemukan rumah dari bambu atau kayu yang reyot. Di Belitang sekarang ini banyak petani yang memilik mobil elegan. Perkampungan Belitang juga ramai lantaran di dukung akses jalan beraspal besar yang mulus, baik jalan menuju Martapura ataupun ke Palembang. Di Belitang, sudah berdiri dealer-dealer mobil yang tunjukkan daya beli orang-orang seputar lumayan tinggi.

Terkecuali populer dengan berasnya, beberapa warga oku timur juga menanam karet juga sebagai penghasil lain seperti karet. Karet sekarang ini mempunyai nilai jual yang tinggi, harga nya sekarang ini meraih Rp. 14. 000, 00. Pasti hal semacam ini sangatlah mengundang selera lantaran dalam 1 hektar dalam satu bulan yang memiliki kebun dapat memperoleh keuntungan hingga 3 juta lebih perbulan, bergantung dari kwalitas pohon karet yang ditanam tentu. Dengan harga setinggi itu kesejahteraan petani karet relatif terwujud serta sudah membuata OKB dengan kata lain Orang Kaya Baru . Hingga banyak orang-orang sekarang ini berbondong-bondong untuk beli tempat untuk ditanami karet. Tidak heran, walau cuma berprofesi Petani, banyak Petani yang mobilnya lebih elegan daripara Petinggi.

Belitang mempunyai sawah beririgasi tehnis cukup luas. Tidak heran bila Belitang adalah daerah persawahan beririgasi serta jadi lumbung beras di Sumatera Selatan. Dengan luasnya daerah pertanian yang ada di Belitang dan di tunjang irigasi yang sangatlah bagus, Belitang juga bakal jadi daerah yang makmur. Terlebih pada tanggal 17 Januari 2007, terkait dengan hari jadi OKU Timur, daerah Belitang di buat jadi Kota Terpadu Mandiri (KTM) oleh kementrankernas kabinetnya pak SBY. Orang-orang di Belitang lebih sukai menyebutkan daerah pertanian sesuai sama areal pembagian air dari Sungai Komering, dari mulai Bangunan Komering (BK) 1, BK 2, BK 3, s/d BK 35. Belitang adalah daerah perkebunan karet yang dapat menyokong penghidupan orang-orang

Di Belitang, keperluan keluarga belum terlampau kompleks. Rata-rata, tiap-tiap keluarga memiliki halaman rumah yang luas, tak berhimpitan satu dengan yang lain.

Beberapa besar masyrakat Belitang memiliki tempat untuk pertanian, dalam satu tahun rata-rata petanu sawah di Belitang dapat panen 2-3 kali. terkecuali mengerjakan tempat sawah beberapa petani Belitang juga kerjakan usaha sampingan seperti budidaya ikan, sayuran, tukang bangunan, perdagangan, dan lain-lain.

Panorama hamparan padi yang menguning, diiringi nyanyian burung dapat di nikmati dengan sangat dalam. Mengayun angin sepoi menimpa ujung padi yang mengkilau. Panorama Indah dapat kita nikmati saat mendekati musim panen padi.

Nikmati sarapan serta makan siang di dalam sawah berbarengan sejuknya panorama persawahan sungguh mengasyikan. Nasi tiwul dengan lauk ikan asin, lalap daun singkong rebus serta sambal terasi demikian nikmat. top markotop tempek penyett,, hhehheh, Enaknya melebihi masakan restoran manapun, pokoke menaklukkan enaknya makanan dari cheff Internasional sekalipun.

Jalan di Belitang Rusak Kronis

Posted on Updated on

jalan rusak martapura belitang

Lantaran belum dikerjakan perbaikan yang optimal, jalan propinsi yang menyambungkan Gumawang menuju Martapura, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur sampai saat ini masih tetap rusak.

Kondisinya semakin kronis, terlebih waktu masuk musim penghujan seperti saat ini. Hal semacam ini banyak dikeluhkan pengendara yang melintas baik roda dua ataupun roda empat lantaran jalan semakin tak nyaman dilalui. Berdasar pada pantauan KORAN SINDO PALEMBANG, rusaknya juga berlangsung pada ruas jalan propinsi yang menghubungkan Petanggan menuju Gumawang serta ke Martapura.

Di bagian jalan propinsi ada lobang memiliki ukuran besar serta kecil. Bila waktu hujan lubang-lubang itu bakal digenangi air. Salah satunya di jalan propinsi Jenderal Sudirman BK X Bedilan Belitang. Supri, 35, salah seseorang pengendara yang melintas menuturkan jalan propinsi yang menyambungkan Petanggan ke Gumawang serta menuju Martapura menyampaikan pada musim penghujan rusaknyanya jadi tambah kronis.

Lubang besar serta kecil di jalan propinsi yang pada awal mulanya sudah dikerjakan penimbunan dengan cara swadaya oleh warga kembali rusak. Apa lagi yang memanglah belum dikerjakan penimbunan. “Masuk musim hujan jalan propinsi makin rusak hingga ini dapat membahayakan ingin dara yang melintas, ” tuturnya.

Dengan rusaknya jalan provinsi Gumawang menuju Martapura yang belum dikerjakan perbaikan dengan cara permanen menyebabkan arus transportasi jadi terganggu. “Kami warga OKU Timur sangatlah mengharapkan jalan itu segera diperbaiki, ” tuturnya.

Tengah Usman salah seseorang warga Kecamatan Madang Suku II, OKU Timur memberikan jalan propinsi yang rusak juga berlangsung di Jalur Komering. Orang-orang telah lama mengharapkan untuk selekasnya di kerjakan perbaikan. ”Kita cuma mengharapkan jalan ini selekasnya di perbaiki supaya kita nyaman waktu melintas, ” keluhnya.