Latest Event Updates

Tentang Belitang

Posted on Updated on

belitang

Fieldtrip bakal menempel pada mahasiswa pertanian setiap saat observasi kelapangan menuju ke tempat spesifik di luar universitas. Kesempatan ini kami fieldtrip ke Belitang Oku Timur untuk mencermati bagaimanakah aliran air yang baik. mengapa Belitang? lantaran di Belitang ada tempat persawahan yang aliran airnya sangatlah baik hingga produksi beras di Belitang termasuk juga kelompok paling baik.

Kami memperoleh banyak penjelasan dari warga, mereka menggunakan saluran air, kita kenal dengan saluran primer, sekunder serta tersier. Kami lihat juga bendungan besar di pojok kota.

Kami juga berkunjung ke tempat Produksi Beras Organik di Belitang. Banyak pengetahuan yang didapat di sini, cuma saja lantaran baru ditulis di 2015 jadi ingatannya agak buram lantaran fieldtrip ini berlangsung di th. 2011.

Kenapa dapat organik?

Benih padi dari pertama sudah di rendam dengan pupuk organik, waktu ditanam diberikan pupuk sesuai sama saran dari ahlinya. Pupuk Organik yang dipakai petani di sini terbuat dari Ikan Fresh, Sayuran Fresh serta beberapa bahan yang lain. Umumnya pupuk organik yang saya dengar terbuat berbahan bekas saja. Efeknya pupuk organik ini berguna juga untuk hal-hal lain terlebih jadi obat untuk manusia. Obat diabetes, batuk serta yang lain (lupa). Pemakaiannya simpel, cuma diminum.

Pupuk Organik ini di jual dengan harga Rp 60.000/liter, bila saat ini kurang tau yaaa.. hahaha

Beritanya pupuk ini di teliti oleh jepang tentang khasiatnya serta mau dibeli oleh negara luar untuk jadi paten mereka serta berita baiknya Penemunya menampik, nama bapaknya saya lupa, fotonya masih tetap ada cuma saja tak dapat diunggah tidak diterima server.

Ayah ini sangatlah baik ia menuntun petani di desa untuk memakai pupuk pada padi hingga mereka betul-betul dapat serta kemudian baru petani dilepaskan.

Waktu baru mau berhimpun dengan grup tani ini, petani bakal diberikan pupuk dengan cara gratis lalu diarahkan serta sesudah di rasa dapat petani mesti membayar waktu memerlukan pupuk kembali.

Beras organik yang di jual ini mahal kawan-kawan, waktu itu harga nya 10 kg meraih Rp 60. 000, untuk sekarang ini saya kurang tau.. hahaha

Saat saya ajukan pertanyaan pada pelanggan, apa nikmatnya beras organik? kebetulan waktu kerumah ayah ini ada konsumen.

Ia menyampaikan bahwa mengonsumsi beras ini cepat kenyang serta saat masak beras ini medok. Serta hebatnya lagi beras ini tak gampang basi.

sumber : http://ibrahimwahid.com

Sungai Macak Senantiasa Rendam Sawah Petani

Posted on Updated on

Sungai Macak Senantiasa Rendam Sawah Petani

OKU TIMUR – Petani sawah di Kabupatenb OKU Timur yang berlokasi tak jauh dari aliran Sungai Macak dihantui oleh Sungai Macak yang senantiasa merendam sawah mereka setiap saat berlangsung hujan lama.

“Saat ini sawah petani masih tetap aman. Sekian waktu lalu berlangsung banjir di lokasi kecamatan Semendawai Timur, Semendawai Suku III serta sebagian kecamatan yang dilintasi Aliran Sungai Macak. Tetapi pada sekarang ini petani belum lakukan penanaman hingga petani tak terlampau cemas, ” ungkap Firman.

Menurut Firman, kecemasan petani sekarang ini alami penambahan menyusul selesainya penanaman padi mulai sejak 10 hari paling akhir. Padi yang baru usai ditanam serta belum mempunyai akar yang kuat terancam tenggelam bila aliran Sungai Macak meluap.

“Mudah-mudahan hujan deras tak turun dalam 15 hari paling akhir. Lantaran bila hujan berlangsung dalam 10-12 jam saja di pastikan tempat sawah petani bakal terendam. Sekarang ini aliran Sungai Macak telah penuh serta cuma tinggal tumpah ke sawah lagi, ” kata Firman.

Menurut Firman, tiap-tiap th. petani di lokasi itu senantiasa ketakutan air membanjiri serta mengakibatkan kerusakan tanaman padi mereka. Salah satu langkah untuk menangani terjadinya luapan Sungai Macak itu kata dia, yaitu dengan lakukan pengerukan aliran sungai hingga sungai yang pada awal mulanya alami pendangkalan kembali prima.

“Selama aliran sungai dilewatkan seperti ini dak tak dikerjakan pengerukan atau normalisasi sungai, jadi banjir selalu menghantui petani di beberapa lokasi yang dilalui oleh aliran sungai macak, ” tuturnya.

Sesaat Yani, warga kecamatan Belitang mengakui banjir yang merendam beberapa puluh rumah di lokasi sukosari serta dua desa yang lain hingga memaksa beberapa puluh KK mesti mengungsi dikarenakan oleh luapan aliran sungai macak yang senantiasa berlangsung tiap-tiap tahunnya.

“Banjir yang merendam lokasi Sukosari serta dua desa yang lain sekian waktu lalu juga dikarenakan oleh luapan aliran Sungai Macak yang senantiasa berlangsung tiap-tiap th., ” tuturnya.

STIPER Belitang Berikanlah Cindera Mata Pada Desa Tegal Rejo

Posted on Updated on

STIPER Belitang Berikanlah Cindera Mata

BELITANG – Kuliah Kerja Riil (KKN) Sekolah Tinggi Pengetahuan Pertanian (STIPER) Belitang di Desa Tegal Rejo Kecamatan Belitang selesai. Hal semacam ini ditandai dengan perpisahan beberapa mahasiswa KKN STIPER Belitang, di kantor balai Desa Tegal Rejo, Sabtu Malam (29/8). Dalam acara perpisahan itu, yang di hadiri piranti desa Tegalrejo, Dosen STIPER, serta mahasiswa KKN. Terlihat Dosen pembimbing lapangan Ir. Suparman mewakili STIPER Belitang memberi cindera mata pada Kades Tegal Rejo.

“ Atas nama pribadi serta civitas akademika STIPER Belitang saya katakan terimakasih pada Ayah Kades beserta piranti serta orang-orang Desa Tegal Rejo yang sudah terima mahasiswa KKN STIPER Belitang serta belajar di Desa ini sampai usai, ” jelas Ir. Suparman memberi kata sambutan.

Disebutkan, ia juga mengatakan keinginan maaf, apabaila sepanjang KKN mahasiswa STIPER ada salah kata serta tingkah mahasiswa yang kurang sudi pada orang-orang Desa Tegal Rejo.

Ditambahkan dalam KKN STIPER Belitang di Desa Tegal rejo intinya mahasiswa diterjunkan juga untuk belajar ke Desa Desa. “ Seperti di Desa sini mahasiswa bisa belajar IP 3,00. Juga demikian sebaliknya bisa menularkan pengetahuan seperti pemakaian tempat pekarangan kosong serta inginalan teknologi piramida untuk warga yang sempit tempat pekarangannya, ” imbuhnya yang diaminkan DPL Desa Tegal Rejo Wiwit Komaria SP.

Kepala Desa Tegal Rejo, Suyoto menyampaikan mengakui suka dengan hadirnya anak anak KKN STIPER di Desa Tegal rejo. “ Serta dalam acara perpisahan ini kami atas nama orang-orang Desa Tegal Rejo juga mengatakan terimakasih banyak pada mahasiswa KKN STIPER di Desa ini. Karena hadirnya mahasiswa KKN STIPER Belitang KKN stiper belitang sudah banyak menolong aktivitas desa. Seperti saat ada gotong royong, acara gapoktan, serta acara Desa, ” tukasnya.

Welcome to Belitang!

Posted on Updated on

 belitang oku timur

Belitang yaitu suatu kecamatan Belitang (bukanlah belitong) yaitu suatu kecamatan yang terdapat di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Propinsi Sumatera Selatan. Belitang berjarak seputar 200-an km dari Ibu Kota provinsi, Kota Palembang. Kecamatan Belitang beribu kota di Gumawang. Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur terbentuk berdasar pada UU Nomer 37 th. 2003 adalah daerah pemekaran dari kabupaten Ogan Komering Ulu, dengan ibukota Martapura. Luas lokasi kabupaten Ogan Komering Ulu Timur seluas 3370 Km 2 terbagi dalam 16 kecamatan dengan jumlah masyarakat 575. 410 jiwa dengan kepadatan rata-rata 107 jiwa/km 2, yang beberapa besar adalah orang-orang transmigran lebih kurang meraih 60 persen yang sudah diletakkan mulai sejak kolonisasi di kawawan Belitang pada th. 1936 yang terbagi dalam 137 UPT dengan jumlah transmigran sejumlah 45. 067 KK (175. 530 jiwa). Belitang di lewati oleh saluran irigasi buatan yang terdiri dari sebagian bendungan. Oleh masyarakat Belitang, bendungan itu dinamakan Bendungan Komering (BK). Sebutan yang lalu dipakai juga untuk berikan nama beberapa daerah yang dibagi bendungan itu. Tidak ada info yang pasti serta resmi, kenapa daerah ini diberi nama Belitang. Konon, pada saat lampau, Belitang banyak pohon serta akar pohon yang membelit-melintang. Kata ” belit-melintang ” ini yang lalu dipakai untuk menamakan daerah Belitang.

Pada saat orde baru, Belitang populer juga sebagai penghasil padi. Beberapa ribu hektar dari lokasi Belitang ditanami padi. Belitang juga jadi lumbung pangan (beras) Propinsi Sumatera Selatan bahkan juga Nasional. Nyaris semua Presiden di Negeri ini pernah lakukan Panen Raya di Belitang, dari mulai Ayah Soeharto, Ibu Megawati Soekarno Putri, sampai Presiden kita saat ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Th. 2005 waktu lalu. Perkembangan bagian pertanian di Belitang tak lepas dari peran aktif Penyuluh Pertanian yang selalu memberi penyuluhan pada beberapa petani. Diluar itu, hal-hal lain yang turut mensupport yaitu ada saluran irigasi yang telah ada mulai sejak zaman kolonial Belanda. Saluran irigasi ini datang dari Sungai Komering, salah satu sungai di lokasi propinsi Sumatera Selatan yang berhulu di Sungai Musi. Dengan sarana pertanian yang ideal serta daerah yang luas, lumrah bila Belitang jadi daerah maksud transmigrasi. Atas prestasi perkembangan yang diraih, pada Tanggal 17 Januari 2007, menteri tenaga kerja serta transmigrasi yang diwakili oleh Dirjen P2MK, resmikan Belitang juga sebagai Kota Terpadu Mandiri (KTM).

Belitang dinilai layak untuk jadi KTM, lantaran sudah mempunyai fasilitas serta prasarana yang ideal. Daerah ini sudah dilengkapi dengan pasar yang komplit, bank (BRI, Bank Sumsel Babel, Bank Danamon, Bank Mandiri, Bank Syariah Mandiri, serta BNI ’45), rumah sakit (RSUD serta RS. Charitas), sekolah-sekolah standard nasional (SSN) yang ideal, SMP N 1 BELITANG serta SMA N 1 BELITANG, yang telah dikenal kelompok luas angkutan umum ke kota – kota besar (Palembang, Lampung, Jakarta, Jogya, Solo, dan lain-lain), telekomunikasi yang ideal. Saat ini Belitang tidak cuma memercayakan padi juga sebagai sumber pokok, terdaftar karet juga sebagai komoditas yang mulai menyaingi ” popularitas ” padi. Harga karet yang melambung tinggi di th. 2008 jadikan petani karet semakin makmur. Akhasil, ini membawa pergantian untuk perkembangan Belitang. Aktivitas ekonomi semakin mengeliat.

Sekilas Tentang Belitang

Posted on Updated on

belitang oku timur

Jangan heran kalau anda datang ke Belitang yang merupakan lumbung padi di Sumatera Selatan, banyak sekali di temukan orang-orang Jawa. Mereka adalah orang-orang transmigran. Para transmigrasi tersebut tiba di daerah Belitang melalui program kolonisasi massal yang dilakukan pemerintah Belanda pada tahun 1930-an. Dan kebanyakan orang Jawa yang benar-benar giat bekerja keras menjadi sukses, dan makmur hidupnya. Karena masyarakat Jawa sendiri memiliki filosofi sepi ing pamrih, rame ing gawe, yaitu menekankan pentingnya kerja nyata tanpa banyak mengeluh.

Soal bahasa, banyak bahasa yang di gunakan di daerah ini. Selain bahasa Melayu-Palembang dan bahasa Indonesia, bahasa Jawa menjadi salah satu bahasa percakapan sehari-hari di perkampungan Belitang. Penduduk asli suku Komering atau berbagai suku pendatang dari daerah lain yang menetap di daerah pertanian ini, juga cukup mahir berbahasa Jawa. Selain itu banyak nama-nama penduduk yang mengacu pada peristilahan khas Jawa yang singkat dan berakhiran “O”. Misal kalau nama: prayogo, suswanto, sutikno, sudarsono, painem, paijem, sutrisno dan lain sebagainya. Begitu juga dengan penamaan desa, karena banyak desa di Belitang di buka dan di dirikan oleh orang-orang trans (Jawa) maka nama-namanya-pun menggunakan nama Jawa. Seperti; Tawang Rejo, Bangun Harjo, Sido Mulyo, Donoharjo, Sido Rahayu,  Sido Dadi, Banyumas, Tegalrejo, dan seterusnya dan seterusnya.

Sebenarnya kita bisa membedakan mana orang asli (Komering) atau mana penduduk pendatang (transmigrasi). Sebagai contoh, orang asli Komering memakai nama Cik Aman, Tando Kowi, Mardiana, Marniah, Daniel, Galung dan lain-lain. Begitu juga untuk penamaan sebuah desa. Kalau yang mendirikan itu orang asli Komering mereka menggunakan nama; Rasuan, Sukarame, Minca Kabau, Campang Tiga, Way Halom dan lain-lain. Jadi, kalau kita jeli, kita bisa melihat apakah dia asli orang Komering atau orang pendatang. Dengan cara mengenali nama orang dan atau bisa juga dengan nama desanya. Salah satu contoh soal bahasa, kalau saya di rumah (kampung) dalam kehidupan sehari-hari saya menggunakan tiga bahasa. Di dalam rumah/keluarga, saya menggunakan bahasa Jawa, akan tetapi kalau saya keluar dari rumah, saya menggunakan bahasa Komering dan bahasa Palembang. Soal nama, terlihat sekali kalau saya orang ”Palembang Bajakan”, begitu suatu kali teman berucap kepada saya. Atau ada istilah untuk orang-orang Jawa yang lahir di Sumatera, yakni Pujakusuma (Putra Jawa Kelahiran Sumatera). Apalagi nama saya berakhiran ”O”, Prayogo. Walaupun begitu, saya tetap merasa kalau saya orang Sumatera (Belitang).

Sekilas tentang Belitang

Belitang adalah satu dari 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur (setelah dilakukan pemekaran/otonomi daerah). Karena sebelum adanya otonomi daerah dulu hanya ada OKU, tidak ada yang namanya OKU Timur, OKU Selatan, dan sebagainya. Kecamatan Belitang yang beribu kota Gumawang berjarak sekitar 360 kilometer dari ibu kota Sumatera Selatan, Palembang. Sementara Belitang sendiri terdiri dari Belitang I, Belitang II dan Belitang III. Hampir seluruh wilayahnya dipenuhi hamparan padi yang tumbuh subur dan hijau. Mata semakin sejuk memandang dengan aliran air Irigasi Upper Komering yang sehari-sehari menyirami ribuan hektare persawahan. Untuk Belitang sendiri penduduknya mencapai 54.000 KK. Dan dari segi infrastruktur, Belitang sudah memiliki perbankan, pendidikan, pertanian. Bahkan untuk sektor pendidikan di Belitang sudah ada hingga strata S2.

Budaya

Belitang merupakan salah satu basis pelestarian budaya Jawa di Sumatera yang masih kuat hingga sekarang. Berbagai pertunjukan seni tradisional masih terus digelar, seperti reog, jatilan, ketoprak, dan wayang kulit. Soal wayang kulit, dari sekitar 100 dalang Wayang Purwa yang ada di Sumsel, sebanyak 67 dalang tinggal di daerah Belitang. Sementara untuk budaya suku asli sendiri sudah hampir tidak terlalu menonjol. Sejauh yang penulis ketahui, sampai saat ini budaya suku asli yang masih ada hanyalah ”runcak-runcakan” atau lebih populer di kenal dengan sebutan ”lempar selendang”. Namun secara garis besar, budaya di Belitang lebih di dominan oleh budaya orang-orang pendatang (transmigrasi).

Pertanian

Belitang memiliki sawah beririgasi teknis cukup luas, yakni lebih dari 26.000 ha. Tak heran kalau Belitang merupakan daerah persawahan beririgasi teknis terluas di provinsi Sumatera Selatan. Dari hasil pertanian, Belitang sendiri menghasilkan 1,5 juta ton hingga 1,8 juta ton gabah kering giling, dari dua juta ton yang dihasilkan oleh Sumsel setiap tahunnya. Selain persawahan, Belitang juga banyak ladang. Di ladang para petani menamam, rambutan, durian, sayur mayur, singkong, kedelai dan lain sebagainya. Namun secara geografis, sebenarnya tanah di Belitang mayoritas persawahan. Persawahan yang terletak sekitar 40 kilometer timur laut Martapura, ibu kota Ogan Komering Ulu Timur, itu semakin berkembang dan produktif ketika mendapat limpahan irigasi teknis dari Bendung Perjaya. Menariknya, Bendungan Perjaya yang di bangun pada masa pemerintahan Soeharto tersebut sampai sekarang belum juga di resmikan. Dulu pada saat Megawati menjabat sebagai orang nomer satu di negeri ini berencana mau meresmikan, namun karena satu dan lain hal, rencana tersebut batal. Walaupun belum di resmikan, akan tetapi untuk pengoperasionalan Bendungan Perjaya tetap jalan terus.

Masyarakat di Belitang lebih suka menyebut daerah pertanian sesuai dengan areal pembagian air dari Sungai Komering, mulai dari Bangunan Komering (BK) 1, BK 2, BK 3, sampai dengan BK 35. Masing-masing BK merupakan bangunan irigasi sekunder yang dilengkapi pintu-pintu pengatur. Di Belitang setiap desa rata-rata memiliki lebih dari 10 mesin penggiling padi.

Sekedar informasi bahwa duku Palembang yang terkenal dengan manisnya tersebut, yang banyak di jual di jalanan Jakarta sebenarnya bukan dari Palembang (Kota). Akan tetapi duku tersebut berasal dari sebuah desa yang bernama Rasuan, sebuah desa yang tak jauh dari Belitang. Desa tersebut di huni oleh penduduk asli, suku Komering. Begitu juga dengan durian, yang asalnya dari Rasuan. Mungkin supaya enak saja menyebutnya, karena kalau di sebut durian atau duku dari Rasuan, pasti orang tidak akan kenal dan bertanya-tanya, Rasuan, daerah mana itu?. Tetapi kalau di sebut duku atau durian dari Palembang, pasti semua orang kenal. Kalau lagi musim duku dan durian, dikampung saya harganya jauh lebih murah di banding di sini. Untuk durian satu bijinya hanya di hargai sekitar 3.000-5.000 perak, murah bukan. Coba bandingkan dengan di sini, satu biji bisa 10 ribu hingga 25 ribu. Ah….kalau lagi musim duku dan durian seperti ini, jadi ingin pulang kampung.

Perekonomian

Mayoritas pekerjaan penduduk asli Belitang adalah bertani. Namun berbeda dengan nasib para petani di daerah lain di Sumsel yang umumnya pas-pasan, masyarakat petani di Belitang bisa dibilang hidup berkecukupan sandang, pangan, dan papan. Kemakmuran itu tercermin dari rumah-rumah penduduk yang rata-rata sudah bertembok, lantai tegel, atau plester semen. Sebagian rumah juga sudah dilengkapi antena parabola besar. Rasanya sulit ditemukan rumah dari bambu atau kayu yang reyot. Perkampungan Belitang juga ramai karena didukung akses jalan beraspal besar yang mulus, baik jalan menuju Martapura maupun ke Palembang. Di Kecamatan Belitang I, telah berdiri dealer mobil yang menunjukkan daya beli masyarakat sekitar lumayan tinggi.

Penutup

Dengan luasnya daerah pertanian yang ada di Belitang serta di tunjang irigasi yang sangat bagus, Belitang pasti akan menjadi daerah yang makmur. Apalagi pada tanggal 17 Januari kemarin, berkaitan dengan hari jadi OKU Timur, daerah Belitang di jadikanKota Terpadu Mandiri (KTM) oleh menteri dalam negeri kabinet gotong royongnya SBY. Semoga kemakmuran dan kedamaian yang ada di Belitang akan merata, sehingga warga Belitang tidak perlu berbondong-bondong merantau ke Jakarta, hanya untuk sekedar mengadu nasip atau mencari sesuap nasi, seperti saya.

Tetap semangat, dan terus berjuang.

sumber : https://prayogo.wordpress.com

Saluran Irigasi Belitang Dibiarkan Jebol

Posted on Updated on

irigasi dibiarkan jebol - gumawang belitang

Saluran irigasi yang ada di Gumawang, Kecamatan Belitang tepatnya di jalan menuju Desa Tegal Harum BK 10 jebol sejumlah dua titik. Tempat jebolnya saluran irigasi itu telah berjalan cukup lama serta dilewatkan demikian saja oleh pihak berkenaan tidak ada perbaikan.

Warga yang berdomisili di sekitar tempat itu menyampaikan bahwa rusaknya ruas jalan yang pas ada di saluran irigasi itu telah berlangsung cukup lama yang awalannya cuma rusak sedikit. Tetapi lantaran tingginya intensitas kendaraan yang melintas rusaknyanya makin lama makin besar serta sampai sekarang ini rusaknyanya jadi tambah.

Supaya tak berlangsung kecelakaan dilokasi itu, warga menancapkan kayu setinggi kian lebih lima mtr. supaya ingindara dapat lihat sinyal serta hindari lubang yang menganga.

“Kalau tak selekasnya diperbaiki, kemungkinan besar penghubung irigasi itu bakal jebol hingga mengakibatkan terputusnya jalan serta terhentinya suplai air ke sawah warga yang dapat mengakibatkan kegagalan panen untuk petani, ” tuturnya.

Walau ruas jalan itu telah sangatlah beresiko untuk ingindara terlebih malam hari serta saluran air ke tempat sawah petani, tetapi aksi perbaikan belum dikerjakan baik oleh pihak irigasi ataupun oleh pihak PU Bina Marga.

Peringatan HUT RI di Kecamatan Belitang Berjalan Hikmat

Posted on Updated on

upacara bendera hut ri 70 belitang

BELITANG – Detik detik Proklamasi Peringatan Hari Lagi Th. (HUT) RI ke 70 di Kecamatan Belitang berjalan dengan hikmat serta lancar, di lapangan Koni Belitang, Senin (17/8). Ada dalam peringatan HUT RI ke 70 itu, anggota DPRD OKUT, unsur Muspika Kecamatan Belitang, TNI/Polri, guru, pegawai negri sipil, PBK, beserta mahasiswa serta beberapa ratus pelajar SD, SMP/MTS, SMA/MA di Kecamatan Belitang.

Detik detik proklamasi peringtan HUT RI ke 70 di Kecamatan Belitang diawali seputar jam 10. 00 WIB. Dengan inspektur upacara pada penaikan bendera Merah Putih oleh kapolsek Belitang AKP Mardi Nursal. Lalu Komandan upacara di pimpin oleh kanit Sabara Polsek Belitang Bripka Edi Bahsin. Sedang pada penurunan bendera, inspektur upacara di pimpin oleh Camat Belitang Yuli Akman SE MM.

Terlihat beberapa ratus peserta upacara peringatan HUT RI ke 70 itu dengan khusu serta hikmat ikuti jalannya upacara bendera. Upacara usai seputar jam 11. 00 WIB. Yang lalu dilanjutkan dengan pentas Marching Band dari SMAN I Belitang, serta pembagian hadiah peserta lomba.

Camat Belitang Yuli Akman berbarengan Kapolsek Belitang AKP Mardi Nursal selesai ikuti upacara menyampaikan dalam peringatan HUT RI ke 70 utamanya orang-orang supaya selalu berbarengan melindungi persatuan serta kesatuan. Berbarengan bangun sesuai sama profesi yang ada.

“ Serta spesial untuk generasi muda, mari kita maknai hari Kemerdekaan ini dengan lakukan perbuatan yang positif. Jauhi Narkoba, karenanya bakal menghancurkan hari esok kita, ” tukasnya.